Barista: Apa aja sih Kerjaannya? Intip Yuk!


Semenjak pemutaran film “Filosofi Kopi” yang diperankan oleh Chico Jerikko dan Rio Dewanto cs, jumlah kedai kopi di Indonesia pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kalau dulu minum kopi biasa dilakukan di warung kopi pinggiran saja, maka sekarang minum kopi pun naik daun menjadi di coffee shop yang sedang ngehits.  

Di area kampus saja, berbagai kedai kopi atau coffeshop juga sudah bisa dijumpai dengan mudah, bahkan harganya pun terjangkau. Nah, biasanya bila kamu masuk ke dalam kedai kopi dan melihat ada seseorang yang pakai celemek, sibuk membuat dan meracik kopi disertai mimik wajah serius, itu adalah seorang barista.

Profesi barista akhir-akhir ini juga lagi happening banget karena ternyata untuk bisa sampai ke posisi itu memerlukan tingkat ketelitian dan kreativitas yang tinggi. Makanya tidak semua orang bisa jadi barista secara mudah. Harus ada usaha keras untuk terus meningkatkan kemampuan meracik kopi seorang barista.



Namun, masih banyak orang yang menganggap kalau jadi barista itu biasa aja dan terlihat mudah. Padahal kerjaan mereka itu cukup berat juga lho! Lalu, apa saja skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang barista?

1.       Meracik dan menyajikan kopi
Pekerjaan utama seorang barista adalah meracik dan menyajikan kopi bagi pelanggan. Ya, sesuai namanya  ‘barista’ atau ‘pelayan bar’ yang ditugaskan untuk meracik kopi sesuai pesanan pengunjung lalu menyajikannya.

Tingkat kesulitan di sini adalah seorang barista dituntut supaya ia bisa mengenali karakter tiap cangkir kopi yang disajikan. Bila kopinya adalah epresso, maka ia juga harus tahu karakter espreso seperti apa yang mau ia suguhkan pada pembeli. Ia tidak boleh hanya mengandalkan mesin penggiling biji kopi aja, tapi tahu setiap detail pemrosesan biji kopi..

2.     Memberikan pelayanan yang baik dan konsisten pada pelanggan
Nggak cuma meracik dan menyajikan kopi aja, barista juga harus punya kemampuan untuk melayani pelanggan dengan baik. Mereka harus paham bahwa seluruh peralatan dan bahan yang disuguhkan pada pengunjung benar-benar bersih serta dalam kondisi tidak cacat dan tanpa kekurangan. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pelanggan yang protes karena merasa gagal menikmati kopi yang mereka pesan.



3.     Kreativitas tak terbatas
Seorang barista itu diminta buat keluar dari zona nyaman mereka. Artinya harus terus mengeksplor diri dalam menghias dan menyajikan kopi. Menciptakan hiasan kopi atau penggambaran ekspresi pada pelanggan melalui kopi dianggap punya nilai lebih pada diri seorang barista. Jadi ia harus terus mengasah kemampuan diri untuk menjadi yang terbaik

4.     Mampu merawat segala peralatan yang digunakan untuk meracik kopi
Beberapa peralatan seperti blender, shaker, dan cutlery merupakan alat yang selalu digunakan oleh barista. Nah, mereka  harus mampu untuk merawat peralatan itu karena peralatan tersebut layaknya senjata yang harus digunakan tiap hari dalam peperangan.

Tidak cuma merawat, cara mencuci dan membersihkan peralatan juga memiliki teknik dan aturan khusus. Jadi, nggak bisa sembarangan. Hal ini dimaksudkan agar performa peralatan tetap maksimal meski dipakai meracik kopi setiap saat.

5.     Mengembangkan pengetahuan tentang kopi
Ilmu pengetahuan tentang kopi harus dikuasai oleh seorang barista, baik ia menggunakan mesin maupun manual. Karena banyak sekali pelajaran mengenai kopi yang terus berkembang dan punya nilai historis cukup dalam, makanya barista juga harus mulai belajar dan terus menggali diri. Intinya, saat memutuskan jadi seorang barista, itu artinya sisi eksplorasi diri tidak bisa berhenti begitu saja.



Share this

Related Posts

First